Notification

×

INDEKS BERITA

Tag Terpopuler

COO Danantara Perintahkan Aktifkan Tambang Sawahlunto

Rabu, 25 Februari 2026 | Rabu, Februari 25, 2026 WIB Last Updated 2026-02-25T10:36:16Z

Gelora News,Jakarta - Fakta terbaru nih, infonya PT Bukit Asam tengah mengurus semua perizinan untuk membuka kembali tambang batubara Ombilin Sawahlunto. 


Aktivitas kembali tambang itu, rencananya dimulai 2027. 


Tapi, COO BPI Danantara, Dony Oskaria memerintahkan agar dilakukan tahun ini juga.


“Sekarang (2026) saja,” kata Dony Oskaria di Jakarta, di Jakarta Selasa (25/2-2026).


“Benar ada rencana kita mau atifkan kembali tambang di Ombilin, saat ini sedang proses perizinan dan Amdal serta feasibility study (FS). Dokumen ini sangat penting, tanpa itu aktivitas tidak bisa dilakukan. Jika sudah dibuka, ekosistemnya akan terbentuk dan punya dampak ekonomi yang bagus,” kata Direktur Operasional, PTBA Ilham Yacob, di tempat terpisah, Rabu siang.


Corporte Secrerary PTBA, Eko Prayitno menyebut penambangan baru bisa dilakukan, jika semua dokumen selesai dan persetujuan pemerintah sudah dikantongi. 


Dokumen ini, menyangkut teknis, analisasi biaya,  operasional dan kesiapan tenaga kerja, legal, regulasi dan lingkungan. 


Jika tambang ini dibuka kembali, baik tambang permukaan maupun dalam, maka setidaknya akan tertampung seribu tenaga kerja.


Menurut Eko, potensi tambang terbuka di Ombilin 2 juta ton, sedang tambang dalam 100 juta ton. Tambang batubara ini merupakan tertua di Indonesia dan aktivitasnya menurun tajam sejak 25 tahun silam. 


Para pekerja pergi dan kemudian Sawahlunto dirisaukan akan jadi kota mati. 


Rencana pembukaan tambang sudah disebut berkali-kali, bahkan investor China sudah datang, namun semua tidak terealisasi.


Pembukaan kembali tambang Sawahlunto 2026 sebagaimana ditehaskan Dony Oskaria tadi, memberi angin segar pada Sumbar yang kekurangan lapangan kerja. 


Hal ini juga berdampak bagus bagi Sawahlunto yang tumbuh karena adanya tambang tersebut.Deposit batubara ditemukan peneliti muda Belanda, Willem Hendrik de Greve pada 1867-1868. 


Sebelumnya, orang yang sama juga menemukan deposit timah di Bangka. Bapak geologi Hindia Belanda, RDM Verbeek, juga mencatat hal itu dengan. Ia merinci deposit batubara di Ombilin 200 juta ton itu terdiri dari, 80 juta ton di Parambahan, 90-an juta ton di Sungai Durian dan 4 juta tn di Lurah Gadang. 


Pada 28 Desember 1891 pemerintah Hindia Belanda membuka tambang ini,  melalui surat Keputusan pemerintah tanggal 4 Januari 1892, Nomor 2, Tahun 1892. 


Pembukaan tambang sari berbagai dokumen, juha diiringi Pembangunan jaringan kereta api, pembukaan Pelabuhan Emmahaven (Telukbayur), diikuti pembangunan pabrik semen di Indarung. Hal ini memicu industrialiasi di Sumatra’s Westkust. 


Semuanya diwariskan sampai sekarang, bahkan Semen Padang, semakin besar. (***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update