Penghargaan berupa medali dan piagam itu diberikan kepada tokoh peduli bencana di Sumatera Barat sebagai bentuk apresiasi atas peran aktif sejak masa tanggap darurat hingga proses pemulihan pascabencana.
Dewan Penasehat JPS, Novrianto, mengatakan penentuan penerima Medal of Honor dilakukan melalui proses seleksi yang sangat ketat.
“Dari 110 tokoh dan lembaga, kami bersama tim seleksi memutuskan memilih enam tokoh dan enam lembaga untuk menerima penghargaan Medal of Honor,” ujar Novrianto.
Ketua JPS, Adrian Tuswandi, menegaskan bahwa Andre Rosiade dinilai sangat layak menerima penghargaan tersebut.
Menurutnya, Andre menjadi salah satu figur yang berada di garda terdepan dalam memberikan bantuan ketika Sumatera Barat dilanda bencana, bahkan sejak hari pertama bersama Wakil Gubernur Sumbar.
“Pemberian Medal of Honor ‘Bakti untuk Negeri’ sudah sangat layak diberikan kepada Andre Rosiade sebagai garda terdepan dalam memberikan kontribusi bantuan saat Sumbar dilanda bencana,” ujar Adrian, didampingi Sekretaris JPS, Gilang Gardhiolla Gusvero.
Adrian juga menyampaikan apresiasi tinggi atas kepedulian Andre terhadap Sumatera Barat secara menyeluruh, tidak terbatas pada daerah pemilihannya saja.
“JPS sangat mengapresiasi apa yang dilakukan Andre Rosiade hingga saat ini yang begitu peduli pada Sumatera Barat, tidak hanya dapilnya. Ungkapan Untung Sumatera Barat Punya Andre Rosiade terasa begitu pas saat penghargaan ini disematkan,” tambahnya.
Sementara itu, Andre Rosiade menyampaikan rasa terima kasih atas penghargaan yang diberikan JPS.
“Terima kasih atas penghargaan Medal of Honor ‘Bakti untuk Negeri’ dari JPS ini. Sudah saatnya Sumbar bangkit,” ujar Andre.
Dengan suara lirih, Andre juga sempat berbisik kepada Ketua JPS, Adrian Tuswandi, menyampaikan rasa bangga dan harunya atas penghargaan tersebut.
“Terima kasih JPS, bangga ambo dan terharu diganjar Medal of Honor dari JPS,” ujar Andre berbisik kepada Adrian.
Momen itu menambah suasana haru di ruang acara Hotel Mercure Padang. Penghargaan yang disematkan bukan sekadar simbol kehormatan, tetapi menjadi pengakuan atas kepedulian dan kerja nyata bagi masyarakat Sumatera Barat, khususnya saat menghadapi masa-masa sulit pascabencana.
Andre menilai Sumatera Barat saat ini membutuhkan dorongan kebangkitan dari berbagai sektor agar mampu bangkit lebih kuat.
“Saat ini Sumbar tidak baik-baik saja. Pertumbuhan ekonomi rendah, persoalan narkoba tinggi, dan berbagai persoalan sosial lainnya tidak bisa dibiarkan,” katanya.
Ia juga mengajak seluruh pimpinan daerah dan pemangku kepentingan di Sumatera Barat untuk bersama-sama memikirkan langkah strategis menuju kebangkitan daerah.
“Kepada seluruh pemangku kepentingan di Sumbar, jago lah lai. Kabupaten dan kota harus memikirkan bagaimana daerah yang dipimpin bisa kembali bangkit, membangun infrastruktur yang baik. Cukuplah, jangan terlalu lama tertidur, jago lah lai,” tegasnya.
Penghargaan itu menjadi simbol penghormatan atas dedikasi dan kepedulian terhadap ranah Minang. Di tengah tantangan pascabencana, pesan kebangkitan yang digaungkan dalam seremoni tersebut menjadi harapan baru agar Sumatera Barat segera bangkit dan melangkah lebih kuat ke depan. (***)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar