Notification

×

INDEKS BERITA

Tag Terpopuler

HJK Padang ke-357, Fadly Amran: Transformasi Ekonomi Harus Hadirkan Kesejahteraan untuk Semua

Jumat, 07 Agustus 2026 | Jumat, Agustus 07, 2026 WIB Last Updated 2026-08-07T15:38:21Z

Walikota Padang Bersama Forkopimda Hadiri Rapat Paripurna HJK ke 357 Tahun.(foto:hms)

Gelora News,Padang — Hari Jadi Kota (HJK) Padang ke-357 menjadi momentum refleksi sekaligus penegasan arah pembangunan masa depan ibu kota Sumatera Barat. Dalam Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kota Padang yang digelar di Gedung DPRD Padang, Jumat (7/8/2026), Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan visi besar transformasi ekonomi yang diyakini mampu membawa Padang menjadi kota modern, tangguh, religius, dan berdaya saing tanpa kehilangan identitas budaya.


Rapat paripurna berlangsung khidmat dengan dihadiri Wakil Wali Kota Padang Maigus Nasir, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi, Gubernur Sumatera Barat yang diwakili Asisten II Setdaprov Adib Alfikri, Ketua DPRD Padang Muharlion beserta seluruh anggota DPRD, Forkopimda, mantan wali kota dan wakil wali kota, pimpinan instansi vertikal, BUMN, BUMD, perguruan tinggi, tokoh masyarakat, alim ulama, niniak mamak, bundo kanduang, hingga perwakilan kepala daerah se-Sumatera Barat.


Mengawali pidatonya, Fadly Amran mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Jadi Kota sebagai momen menghormati sejarah sekaligus menyusun langkah besar menuju masa depan.


"Hari jadi adalah saat melihat masa lalu dengan hormat, membaca keadaan hari ini dengan jujur, dan menyiapkan masa depan dengan berani," ujar Fadly.


Ia menegaskan, Kota Padang akan terus berpijak pada filosofi Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah sebagai fondasi pembangunan.


"Kita ingin maju tanpa kehilangan identitas, tumbuh tanpa meninggalkan masyarakat yang lemah, dan membangun tanpa merusak lingkungan," tegasnya.


Fadly kemudian memaparkan bahwa transformasi ekonomi menjadi fokus utama pembangunan Kota Padang. Menurutnya, transformasi bukan sekadar mengejar angka pertumbuhan ekonomi, tetapi mengubah cara kota bekerja agar lebih produktif, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas lapangan pekerjaan, mengangkat kelas usaha lokal, dan memastikan manfaat pembangunan dirasakan secara merata.


Untuk mewujudkannya, arah pembangunan telah dituangkan dalam RPJMD Kota Padang 2025-2029 melalui penguatan tata kelola pemerintahan, peningkatan kualitas SDM, investasi, perdagangan dan jasa, pariwisata, ekonomi kreatif, hingga pembangunan infrastruktur yang tangguh menghadapi bencana.


Dalam pidatonya, Fadly juga menggarisbawahi tiga kekuatan utama Kota Padang sebagai kota jasa.


Pertama, Padang sebagai Kota Pendidikan. Saat ini terdapat 46 perguruan tinggi swasta bersama berbagai perguruan tinggi negeri yang menjadikan Padang sebagai rumah bagi lebih dari 180 ribu mahasiswa. Kehadiran civitas akademika tersebut telah menciptakan ekosistem ekonomi berbasis pengetahuan yang menggerakkan sektor hunian, transportasi, kuliner, kesehatan, teknologi, hingga ekonomi kreatif.


Kedua, Padang sebagai kota pariwisata. Data menunjukkan kunjungan wisatawan pada 2025 mencapai 5,3 juta orang, meningkat signifikan dibanding tahun sebelumnya yang berjumlah 4,3 juta orang. Sementara pendapatan retribusi objek wisata mencapai sekitar Rp922 juta atau 153 persen dari target.


Menurut Fadly, tantangan berikutnya bukan lagi sekadar meningkatkan jumlah wisatawan, tetapi memperpanjang lama tinggal, meningkatkan belanja wisatawan, memperbaiki kualitas destinasi, serta memperluas dampak ekonomi bagi masyarakat.


Ketiga, Padang sebagai pusat perdagangan dan konektivitas di kawasan pantai barat Sumatera.


"Perdagangan besar dan eceran menyumbang 17,52 persen terhadap PDRB Kota Padang, sedangkan transportasi dan pergudangan menyumbang 15,68 persen. Posisi ini menegaskan peran Padang sebagai pusat distribusi barang, orang, dan jasa bagi Sumatera Barat serta kawasan pantai barat Sumatera," jelasnya.


Di tengah semangat perayaan HJK, Fadly juga menyampaikan empati kepada masyarakat yang terdampak banjir pada 3 Agustus lalu. Ia memastikan pemerintah terus bergerak bersama seluruh unsur untuk menangani warga terdampak sekaligus mempercepat pemulihan.


"Titik awal transformasi ekonomi kita adalah pemulihan pascabencana hidrometeorologi. Rehabilitasi dan rekonstruksi harus menggunakan prinsip Build Back Better. Jalan, jembatan, drainase, sungai, permukiman, pasar, kawasan pendidikan, pusat pelayanan, dan destinasi wisata tidak cukup dikembalikan seperti semula, semuanya harus ditata kembali agar lebih aman, terhubung, produktif, inklusif, dan tangguh terhadap bencana berikutnya," katanya.


Ia juga menyampaikan apresiasi kepada BPBD, TNI, Polri, tenaga kesehatan, aparatur kecamatan dan kelurahan, relawan, dunia usaha, serta masyarakat yang bergotong royong membantu korban banjir.


Menurut Fadly, keselamatan masyarakat, pembenahan drainase, normalisasi sungai, perlindungan kawasan resapan, dan penataan ruang berbasis mitigasi bencana harus menjadi prioritas bersama.


Ketua DPRD Kota Padang Muharlion menilai berbagai capaian yang telah diraih Pemerintah Kota Padang patut diapresiasi. Namun, ia mengingatkan masih banyak pekerjaan rumah yang harus diselesaikan melalui kolaborasi seluruh pemangku kepentingan.


"Tantangan itu harus menjadi agenda bersama agar dapat terselesaikan dengan baik. Untuk mencapai itu perlu kolaborasi, mari kita berkolaborasi untuk pembangunan Kota Padang," ujarnya.


Senada dengan itu, Asisten II Setdaprov Sumatera Barat Adib Alfikri yang mewakili Gubernur Sumatera Barat menegaskan bahwa kemajuan Kota Padang merupakan kebanggaan seluruh masyarakat Sumatera Barat.


Menurutnya, pembangunan Kota Padang tidak dapat dibebankan hanya kepada pemerintah kota.


"Pembangunan Kota Padang adalah kerja bersama, yang memerlukan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah provinsi, Pemko Padang, DPRD, Forkopimda, dunia usaha, perguruan tinggi, komunitas, dan banyak pihak lainnya. Kolaborasi inilah yang menjadi kekuatan utama kita untuk menjawab berbagai tantangan pembangunan di masa depan," katanya.


Sementara itu, Sekretaris Jenderal Kementerian Luar Negeri Denny Abdi yang hadir sebagai tokoh masyarakat memberikan apresiasi terhadap langkah-langkah inovatif yang dilakukan Wali Kota Padang, termasuk memperluas kerja sama internasional.


Menurut Denny, hubungan yang baik dengan berbagai negara akan membuka peluang investasi, perdagangan, pendidikan, hingga pariwisata bagi Kota Padang.


"Hubungan baik ini akan bisa merakit sebuah kerja sama yang dapat membawa kesejahteraan bagi Kota Padang," ujarnya.


Ia juga menyoroti upaya Pemerintah Kota Padang membersihkan kawasan Batang Arau yang tidak hanya mengangkat sampah dan bangkai kapal, tetapi juga menata lingkungan permukiman agar lebih sehat.


"Apabila Batang Arau bersih, promosi pariwisata Kota Padang bisa kita dorong. Yang perlu dihadirkan di tengah kita yakni bersih, rapi, dan hospitality," pungkasnya.


Rapat Paripurna Istimewa DPRD tersebut menjadi puncak refleksi Hari Jadi Kota Padang ke-357 sekaligus menegaskan optimisme bahwa dengan kolaborasi seluruh elemen, transformasi ekonomi dan pembangunan berkelanjutan akan membawa Padang semakin maju sebagai kota pendidikan, pariwisata, perdagangan, dan jasa yang tangguh di tingkat nasional maupun internasional.(**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update