![]() |
| 350 Guru SMP se Kota Padang Ikuti Bimtek Konten Digital.(foto:Hms) |
Gelora News,Padang - Dunia pendidikan terus bergerak mengikuti perkembangan teknologi. Di tengah kebiasaan peserta didik yang semakin akrab dengan perangkat digital, guru dituntut menghadirkan proses belajar yang lebih interaktif, kreatif, dan menyenangkan. Menjawab tantangan tersebut, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Padang membekali 350 guru SMP negeri dan swasta dengan keterampilan mengembangkan konten digital pendidikan.
Bimbingan Teknis (Bimtek) Pengembangan Konten Digital Pendidikan bagi Guru SMP se-Kota Padang Tahun 2026 itu berlangsung di Youth Center Kota Padang, Selasa (27/10/2026). Kegiatan yang telah dimulai sejak Senin tersebut dijadwalkan berakhir pada Kamis mendatang.
Kepala Seksi Kurikulum dan Penilaian SMP Disdikbud Kota Padang sekaligus Ketua Pelaksana, Junaidi, mengatakan kegiatan ini dirancang untuk meningkatkan kemampuan guru dalam memanfaatkan berbagai platform dan aplikasi digital sebagai bagian dari proses pembelajaran.
Menurutnya, penguasaan teknologi bukan lagi sekadar nilai tambah bagi tenaga pendidik. Kemampuan tersebut semakin dibutuhkan agar metode pengajaran dapat menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan karakter peserta didik.
“Kegiatan kita hari ini, yang sebenarnya sudah dimulai sejak kemarin, merupakan bimbingan teknis pengembangan konten digital pendidikan bagi guru SMP. Tujuannya untuk membekali dan melatih guru-guru agar menguasai berbagai platform serta aplikasi digital, sehingga mampu melaksanakan pembelajaran berbasis digital,” ujar Junaidi.
Tinggalkan Pola Ceramah, Hadirkan Pembelajaran Interaktif
Salah satu fokus utama bimtek ini adalah mendorong guru mengembangkan metode pembelajaran yang tidak hanya mengandalkan ceramah di depan kelas. Melalui pemanfaatan teknologi, materi pelajaran diharapkan dapat disampaikan dengan cara yang lebih menarik dan mudah dipahami peserta didik.
Para guru diperkenalkan dengan pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), pembuatan video interaktif, serta penggunaan aplikasi Lumi untuk mendukung pengembangan materi pembelajaran digital.
Berbagai keterampilan tersebut diharapkan dapat membantu guru menyajikan materi secara lebih variatif. Pembelajaran tidak hanya berlangsung melalui penjelasan lisan dan buku teks, tetapi juga dapat diperkuat dengan konten visual serta aktivitas digital yang mendorong keterlibatan siswa.
Junaidi menilai, perubahan pola pembelajaran perlu dilakukan seiring dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan anak-anak yang semakin dekat dengan dunia digital.
“Bimtek ini sangat sejalan dengan perkembangan teknologi saat ini. Mengingat anak-anak sekarang menyukai hal-hal yang berbau digital, maka pola pembelajaran juga harus disesuaikan. Guru tidak bisa lagi hanya mengandalkan metode ceramah, melainkan harus mampu memanfaatkan kecerdasan buatan (AI) serta memperbarui materi, seperti membuat video interaktif atau menguasai pemanfaatan Lumi,” tuturnya.
Ia berharap keterampilan yang diperoleh selama pelatihan dapat diterapkan dalam kegiatan belajar mengajar di sekolah masing-masing, sehingga pemanfaatan teknologi tidak berhenti pada penguasaan aplikasi, tetapi benar-benar mendukung kualitas pembelajaran.
Libatkan 104 Sekolah, Diikuti 350 Guru
Bimtek pengembangan konten digital pendidikan ini diikuti 350 guru yang berasal dari 104 SMP negeri dan swasta di seluruh kecamatan di Kota Padang.
Untuk menunjang pelaksanaan kegiatan, peserta dibagi menjadi dua angkatan. Masing-masing angkatan terdiri atas 175 guru, sehingga pelatihan dapat berlangsung dengan pembagian peserta yang lebih terarah.
Kegiatan tersebut juga menghadirkan narasumber dari Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Sumatera Barat, Supriyanto, S.Pd., M.T., serta akademisi Universitas Negeri Padang (UNP), Dr. Novriyon, M.Pd.
Keterlibatan unsur penjaminan mutu pendidikan dan akademisi diharapkan memperkaya pemahaman peserta, baik mengenai pengembangan pembelajaran digital maupun penerapannya dalam lingkungan sekolah.
Dengan cakupan peserta dari 104 sekolah, bimtek ini menjadi salah satu upaya Disdikbud Kota Padang memperluas penguatan kompetensi digital tenaga pendidik di tingkat SMP.
Selaras dengan Kurikulum Merdeka
Pengembangan konten digital juga diarahkan untuk mendukung prinsip pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka, yakni bermakna, mendalam, dan menyenangkan.
Melalui pendekatan tersebut, teknologi diharapkan menjadi sarana untuk memperkuat pengalaman belajar siswa, bukan sekadar mengikuti tren digital. Guru tetap memegang peran utama dalam menentukan tujuan pembelajaran, memilih materi yang sesuai, serta memastikan teknologi digunakan secara tepat.
Pemanfaatan AI dan aplikasi digital juga perlu disertai kemampuan guru dalam menilai ketepatan informasi, menyesuaikan materi dengan kebutuhan peserta didik, dan menjaga kualitas proses pembelajaran.
Junaidi berharap, pelatihan ini dapat menjadi langkah nyata dalam mendorong guru SMP di Kota Padang semakin adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Dengan kemampuan mengembangkan konten digital yang lebih beragam, guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang lebih aktif dan menarik, sekaligus membantu peserta didik memahami materi secara lebih mendalam.
Pada akhirnya, transformasi digital pendidikan tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan perangkat atau aplikasi yang digunakan, tetapi juga oleh kesiapan guru dalam mengubah teknologi menjadi pengalaman belajar yang bermanfaat bagi siswa.(**)






Tidak ada komentar:
Posting Komentar