Notification

×

INDEKS BERITA

Tag Terpopuler

Padang Masuk Nominasi Kota Kreatif UNESCO 2027, Fadly Amran Siapkan Ekosistem Gastronomi

Kamis, 05 November 2026 | Kamis, November 05, 2026 WIB Last Updated 2026-11-05T10:21:30Z

Walikota Padang Fadly Amran di Kementrian EKRAF Kota Bingkuang Masuk Nominasi Anggota UNESCO bidang Gastronomi.(foto:Hms)

Gelora News,Jakarta – Kekayaan kuliner Kota Padang semakin terbuka untuk diperkenalkan ke panggung internasional. Pemerintah Kota Padang di bawah kepemimpinan Wali Kota Fadly Amran resmi membawa daerah berjuluk Kota Bingkuang itu masuk dalam nominasi anggota UNESCO Creative Cities Network (UCCN) 2027 bidang gastronomi.


Penetapan tersebut menjadi langkah penting bagi Padang untuk memperjuangkan pengakuan dunia terhadap kekuatan gastronomi yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat dan identitas budaya Minangkabau.


Dokumen penetapan nominasi diterima langsung Wali Kota Padang Fadly Amran dari Menteri Ekonomi Kreatif sekaligus Kepala Badan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Teuku Riefky Harsya, dalam acara penetapan nominasi anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027 di Ruang Rapat Sarangan, Lantai 33 Thamrin Nine, Jakarta Pusat, Rabu (4/11/2026).


Dengan penetapan tersebut, Kota Padang akan mewakili Indonesia dalam proses nominasi UCCN 2027 bidang gastronomi. Sementara itu, Kabupaten Bantul ditetapkan mengikuti nominasi pada bidang kerajinan dan seni rakyat.


Bagi Fadly Amran, kesempatan ini bukan sekadar pencapaian administratif, melainkan peluang membawa kekayaan kuliner dan tradisi masyarakat Padang menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang memiliki daya saing internasional.


Ia menegaskan, gastronomi sudah menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari identitas Kota Padang. Kekuatan tersebut tidak hanya terlihat dari beragam makanan khas yang dikenal luas, tetapi juga dari kehidupan sosial dan aktivitas ekonomi masyarakat yang tumbuh melalui tradisi kuliner.


"Selama ini, kita melihat kuliner sudah menjadi bagian dari identitas Kota Padang. Ketika kita menghadapi beberapa kali cobaan dan bencana, kita selalu berupaya melihat kembali jati diri dan potensi yang bisa diangkat sebagai kekuatan ekonomi daerah. Potensi inilah yang akan kita bawa ke level yang lebih tinggi," ujar Fadly.


Menurutnya, kekuatan gastronomi Padang juga tercermin dari keberadaan pasar tradisional yang tetap menjadi pusat aktivitas masyarakat, bahkan ketika menghadapi situasi sulit, termasuk pada masa pandemi COVID-19.


Karena itu, Pemerintah Kota Padang terus membangun ekosistem pembangunan yang terhubung dengan pengembangan gastronomi. Upaya tersebut mencakup rencana pembenahan infrastruktur kota, penguatan sistem industri makanan, hingga pelaksanaan berbagai program unggulan daerah.


Fadly berharap, pengembangan gastronomi tidak berhenti pada promosi makanan khas semata, tetapi mampu memberikan nilai tambah bagi pelaku usaha, memperluas kesempatan ekonomi masyarakat, serta memperkuat posisi Padang sebagai destinasi wisata kuliner.


Sementara itu, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya menyampaikan bahwa penetapan nominasi tersebut menjadi kesempatan strategis bagi Padang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, tradisi, dan potensi gastronominya kepada masyarakat internasional.


"Penetapan nominasi ini menjadi peluang bagi Kota Padang untuk memperkenalkan kekayaan kuliner, tradisi, dan potensi gastronomi ke tingkat internasional, sekaligus memperkuat sektor ekonomi kreatif sebagai bagian dari pembangunan kota berkelanjutan," ujarnya.


Ia menjelaskan, UNESCO Creative Cities Network merupakan jejaring kota kreatif yang dibentuk UNESCO pada 2004. Program tersebut bertujuan mendorong kerja sama internasional antarkota di berbagai belahan dunia dengan menempatkan kreativitas sebagai salah satu pengungkit strategis pembangunan perkotaan berkelanjutan.


Melalui jejaring tersebut, kota-kota anggota diharapkan dapat saling bertukar pengalaman, mengembangkan potensi kreatif lokal, serta memperkuat kontribusi sektor budaya dan ekonomi kreatif terhadap pembangunan.


Bagi Padang, nominasi bidang gastronomi membuka peluang untuk membawa cerita panjang kuliner Minangkabau ke ruang pergaulan dunia. Tradisi memasak, kekayaan rempah, warisan resep turun-temurun, hingga budaya makan bersama merupakan modal yang dapat dikembangkan sebagai kekuatan ekonomi dan identitas kota.


Hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat Nanda Satria, Sekretaris Daerah Kota Padang Raju Minropa, Kepala Dinas Pariwisata Kota Padang Yenni Yuliza, serta Ketua Panitia Seleksi Nasional Pengusulan Nominasi Anggota Jejaring Kota Kreatif UNESCO 2027, Prof. Wiendu Nuryanti.


Masuknya Padang dalam nominasi UCCN 2027 menjadi tahapan penting untuk memperluas pengenalan gastronomi Minangkabau di tingkat global. Tantangan berikutnya adalah memastikan kekayaan kuliner tersebut didukung ekosistem yang kuat, mulai dari pelaku usaha, pasar tradisional, industri makanan, pelestarian tradisi, hingga pengembangan pariwisata berkelanjutan.


Dengan langkah tersebut, Fadly Amran berharap kuliner Padang tidak hanya dikenal karena kelezatannya, tetapi juga diakui sebagai warisan kreativitas dan kekuatan budaya yang mampu menggerakkan perekonomian masyarakat.(**)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

×
Berita Terbaru Update